Tubuh Seksi Cewekku Buat Tergoda Lemas

cerita dewasa – Namaku Rudi, usiaku 25 tahun dan aku bekerja sebagai manager di perusahaan di Kota Solo, setiap hari setiap berangkat bekerja aku lewat jalan pintas karena untuk menghindari kemacetan di kota Solo, karena rumahku sampai perusahan tempat aku kerja kira-kira perjalanan kurang lebih 2jam. Di kantor aku berkenalan dengan sekertaris devisi lain, Namanya Fian, dia cantik, manis, pinter, seksi, dan tubuhnya yang langsing, punya pinggul yang besar dan toket yang besar membuatku tergoda.

Awal tidak ada perasaan lain, hanya aku mengagumi saja, sambil bercerita sana sini dan ngobrol-ngobrol sampai tanya-tanya ternyata rumahnya Fian dekat dengan rumahku dan ternyata kalau mau berangkat kerja jalan rumahnya Fian satu arah dan sering aku lewati. sampai akhirnya kami berdua terkadang berangkat atau pulang kerja bareng atau pulang bareng.

Dan akhirnya aku sering pulang atau berangkat bareng, aku punya perasaan lain dengan Fian, sampai ada rasa sayang itu timbul dengan sendirinya. Setelah kami resmi jadian (pacaran) hubunganku mulai dari pegangan tangan, ciuman, hingga hubungan seks, Mungkin tidak bisa terhitung kalau kami sering melakukan ngeseks, dan kalau kami mau melakukanya sampai aku nyewa hotel, dan kami sering nyewa hotel terkadang satu minggu dua kali. Terkadang aku dan Fian setelah pulang kerja kami menyempatkan ngeseks, terkadang di mobil terkadang cek in di hotel.

Nah, cerita seksku ini akan kuceritakan setelah pulang kerja,

Pada saat kami pulang kerja dan kami waktu itu sedang ada sedikit masalah, terus aku bermaksud memperbaiki masalah kami berdua, dan di jalan akhirnya aku membelokan mobilku ke arah hotel, sebenarnya Fian tidak mau karena dia masih marah padaku sampai 3hari yang lalu dia pulang naek takssi, dan ini pulang bareng sama aku karena aku paksa,

“Ngapain belok sini Rud, antar pulang rumah aku Rud!” Fian sambil marah.

Karena Fian marah dia cemburu dengan sekertarisku sendiri, karena kami kemaren pergi berdua ada rapat di perusahaan laen dan Fian tau kalau kami berdua pergi, dikira aku dan sekertarisku ada hubungan sepesial, padahal tidak.

Dan akhirnya aku menjelasakan di dalam kamar Hotel dan setengah aku paksa si Fian masuk kamar hotel, masalahnya aku berusaha menjelaskan kejadian kemaren yang dikiranya aku ada hubungan sepesial dengan sekertarisku. Dan aku berusaha menjelaskan bla bla bla dan fian setengah tidak percaya lalu aku gemas sekali sama Fian karena udah 3 hari aku tidak bercinta denganya dan akhirnya aku agak memaksa Fian untuk menuruti nafsu birahiku dan langsung Aku angkat Fian di atas ranjang kamar Hotel dari sofa kamar hotel awal kami duduk di sofa itu.

Dan setengah gemasnya aku langsung meremas-remas toketnya sambil aku jilati leher dan telinganya sedikit-sedikit, dia awalnya tidak mau setelah aku ciumi telinganya dan lehernya si Fian tidak bisa melawan nafsu itu, karena Fian punya sensasi seks yang tinggi dan birahi yang tinggi saat aku ciumi leher dan telinganya itu, karena aku tau dan kami sering melakukanya, jadi aku tau kelemahan seksnya pacarku sendiri atau Fian dan saat aku ciumi atau cumbu dikit-dikit dia merintih keenakan dan sambil senyam-senyum padaku,

“Ahhhh..mmhhhhh..sshhhh” desahan fian.

Lalu aku melanjutkan melepaskan kancing baju kantornya satu persatu, sambil aku melumati bibirnya dan kuciumi bibirnya, setelah kancing baju Fian terlepas, lalu aku meremas toketnya dan membuka BHnya, BHnya terbuka lalu aku lumati putingnya Fian, dia merintih lembut dan panjang sambil desahanya terputus-putus,

“Ahhhhhhhhhh..uuhh..enhhhhh..auhhhhhhhhhhh” rintiha Fian lagi.

Akhirnya aku melanjutkan nya setelah melepas bajunya, tanganku mulai nakal dan tanganku memulai masuk dari roknya Fian, lalu aku memainkan vaginanya Fian dari luar CD nya aku mengelus pahanya dan mengelus vaginanya sampai Fian merintih lagi, dan sampai basah Cdnya, aku gak tahan saat mendengar rintihanya Fian lalu aku melepaskan Cdnya dan roknya Cuma aku naikan, lalu aku jilati pakai lidah ku vaginanya Fian dia memulai hasratnya naik sangat dahsyat sekali sampai tubuhnya bergerak-gerak sampai merintih bringas,

“Auuuhhhhhhhhh..amhhhhhhhhh…ssshhhhhhhhhhhhhhhhhh..amhhhhhhhhhhhhhh” desahan Fian sangat hot sekali, saat aku menjilati vaginanya dan sambil aku kulumi klitorisnya.

Lalu Fian berpindah posisi, awal tiduran lalu aku disuruh duduan di atas ranjang hotel, dan Fian sambil tiduran agak miring memulai melepasi celana dan mengeluarkan batang penisku yang keras dan lurus, lalu dikulumnya, dan aku menikmati kulumanya Fian sambil aku mendesah tipis,

“Ssshhhhhhhh..ouhh..Fian..ouhhhhh…keras dikit Fian..aouhhhhhh” rintihanku sambil menikmati kulumanya Fian.

Sambil penisku dikulumnya aku sambil membuka baju ku dan melepas sabuk celanaku sampai aku melepas celana kerjaku, setelah aku melepas bajuku, dan dadaku agak berbulu dikit Fian memaikan putingku sambil menjilati leherku, mencium bibirku, dan sambil mengocok penisku dan rasanya tidak bisa di uangkapkan dengan kata-kata, rasanya sangat nikmat dan dasyat sekali, Fian lincah sekali saat membalas cumbuanku kepadanya.

Dan itu aku masih berposisi tiduran akhirnya Fian menindihku dari atas, dan batang penisku di masukkan ke dalam vaginanya Fian, akhirnya,

“Blessssssssssssssssss,“

Batang penisku masuk penuh ke dalam vaginanya Fian, dan dia menggoyangkan dan memainkan goyanganya sampai hasratku memuncak, sesambil Fian menggoyangkan gerakanya Fian sambil mendekatkan toketnya ke arah wajahku dan ku kulum putingnya sambil aku meremas toketnya yang satu.

Dan setelah beberapa menit kemudian Fian merasa kecapean kayaknya dia udh keluar duluan karena rasanya penisku licin sekali, dan akhirnya kami berpindah posisi,aku menjatuhkan Fian ke atas ranjang dan penisku masih di dalam vaginanya Fian, lalu aku berp[indah posisi di atasnya Fian sambil membuka kakinya Fian dan kakinya aku taruh di leherku dan aku genjot atau aku gerakkan maju mundur penisku ke dalam vaginanya Fian, Fian menikmati sekali sampai mengeluarkan keringat begitu juga aku.

Setelah lima belas menis kemudian gerakanku aku percepat dan kedua tanganku memegang keras toketnya Fian, terus aku gerakkan dan aku,

“Sayang aku mau keluar nih…..” ujarku kepada Fian.

Genjotanku atau gerakanku aku keraskan lagi dan,

“Crottt..crott..crooooooooooooooooootttttt”

Sepermaku aku keluarkan ke dalam vaginanya Fian sampai membanjiri vaginya dan membasahi seprai ranjang Hotel. Aku gak takut kalau sepermaku aku masukkan ke dalam vaginanya Fian, karena hubunganku sama Fian udah cocok dari seks hubungan pribadi karena kami berdua berencana menuju ke jenjang serius atau pernikahan, jadi misalkan Fian Hamil aku bersedia tanggung jawab penuh dengan Fian.

Akhirnya seks kami selesai dan kami hanya sekali saja main seksnya, lalu kami berdua membersihkan diri bersama sambil Fian senyum dan tidak marah lagi, setelah selesai membersihkan diri waktu menunjukan jam 22.00 akhirnya kami cek out dari hotel, dan akhirnya kami meninggalkan hotel berlanjut makan malam di warung penyetan di pinggir jalan dan setelah makan aku mengantar Fian pulang di rumahnya, dan aku tidak mam pir ke rumahnya Fian karena udah larut malam akhirnya aku langsung pulang.

outranceadmin

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *